Breaking News

Bupati Sambas dan Wamendagri Buka Seminar Internasional Dai, Fokus Peran Strategis di Perbatasan

                      Ket Foto : Istimewa

Sambas,Kalbar —Monitor86.com

Bupati Sambas, Satono, didampingi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Akhmad Wiyagus, secara resmi membuka kegiatan Seminar Internasional dan Upgrading Dai. Acara yang digelar pada Selasa (7/4/2026) malam di Aula Utama Kantor Bupati Sambas ini mengusung tema “Sinergitas Dai dalam Pembangunan di Wilayah Perbatasan Negara”.

Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta yang berasal dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Brunei Darussalam. Kehadiran para dai lintas negara ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran ilmu, tetapi juga mempererat tali silaturahmi serta memperluas jaringan kolaborasi internasional.

Dalam sambutannya, Bupati Satono yang juga menjabat sebagai Ketua Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Provinsi Kalimantan Barat menegaskan bahwa pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Menurutnya, Kabupaten Sambas memiliki potensi besar mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga perdagangan lintas batas yang membutuhkan dukungan SDM yang unggul dan berkarakter.

“Kami terus mendorong pembangunan SDM agar mampu mengelola potensi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peran dai sangat vital dalam mencetak generasi yang tidak hanya taat beragama, tetapi juga cerdas dan mandiri,” ujar Bupati Satono. 

Di akhir sambutan, Bupati Satono menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif serta memperkuat peran dai sebagai agen perubahan dalam pembangunan, khususnya di kawasan perbatasan.

Sementara itu, Wamendagri Akhmad Wiyagus menyoroti peran strategis para dai dalam mendorong kemandirian masyarakat. Ia menekankan bahwa dakwah tidak hanya berbicara soal ritual, tetapi juga menyentuh aspek kehidupan sosial dan ekonomi.

“Para dai harus ikut mendorong kemandirian ekonomi, kemandirian pangan, hingga kemandirian di berbagai sektor kehidupan masyarakat. Mereka adalah ujung tombak penyampaian informasi dan motivasi kemajuan di tengah masyarakat,” tegas Wamendagri.

Lebih lanjut, Akhmad Wiyagus menyampaikan bahwa pemerintah pusat terus berkomitmen mempercepat pembangunan di wilayah perbatasan melalui berbagai program strategis. Di antaranya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan Sekolah Rakyat, serta penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai pilar utama penguatan ekonomi masyarakat akar rumput.

Seminar ini ditutup dengan harapan agar para dai dapat kembali ke daerah masing-masing dengan semangat baru untuk berkontribusi nyata dalam membangun peradaban dan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan. 

 Publisher : A@

Type and hit Enter to search

Close