Doc : Tim Investigasi
Purwakarta,Jabar —Monitorkrimsus.com
Kembali muncul sorotan tajam dari masyarakat terhadap lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta, khususnya dalam tugas pokok dan fungsinya di bidang pengendalian dan penanggulangan pencemaran lingkungan. Titik perhatian publik saat ini tertuju pada dugaan kuat pembuangan limbah cair secara sembarangan ke saluran air umum, yang diduga berasal dari aktivitas usaha kuliner besar Sate Marangi Maskar Ajiiib.
Berdasarkan informasi dan pantauan di lapangan, sejumlah warga sekitar menjadi saksi adanya perubahan kondisi fisik air di saluran air atau solokan yang melintasi lokasi usaha tersebut. Warga menduga keras bahwa perubahan warna air yang kerap terlihat gelap hingga kehitaman, serta munculnya bau tidak sedap yang menyengat, merupakan dampak langsung dari aliran limbah yang tidak dikelola sesuai dengan baku mutu dan standar pengelolaan lingkungan yang berlaku.
"Kalau dibiarkan terus begitu, air got jadi hitam pekat dan baunya sangat tidak sedap. Kami warga sangat khawatir dan takutnya limbah itu nanti merembes ke dalam tanah hingga mencemari air sumur milik warga yang biasa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari," ungkap salah satu warga sekitar yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan kekhawatirannya.(25/05/26).
Masyarakat menilai, hingga saat ini kinerja Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup di bawah naungan DLH Purwakarta dinilai belum maksimal. Warga berharap instansi terkait segera meningkatkan frekuensi inspeksi dan pemantauan langsung ke lapangan, serta berani mengambil langkah penindakan tegas jika ditemukan pelanggaran.
Lebih jauh, warga menegaskan bahwa pengawasan lingkungan tidak boleh hanya bersifat pasif atau sekadar menunggu adanya laporan pengaduan masuk. Pihak berwenang dituntut untuk lebih proaktif dan turun tangan mendeteksi potensi kerusakan lingkungan sejak dini, terlebih pada lokasi-lokasi usaha berskala besar yang memiliki potensi menghasilkan limbah cukup tinggi.
Sementara itu, hingga berita ini disusun dan diterbitkan, pihak manajemen atau pengelola Sate Marangi Maskar Ajiiib belum memberikan tanggapan atau keterangan apa pun terkait isu yang mengemuka. Padahal, tim awak media telah berupaya melakukan konfirmasi secara langsung sebanyak tiga kali ke lokasi usaha untuk meminta penjelasan resmi maupun klarifikasi, namun usaha tersebut belum mendapatkan respons atau pernyataan apa pun dari pihak pengusaha.
Hingga saat ini, warga dan masyarakat luas tetap menunggu langkah konkret. Mereka berharap DLH Purwakarta segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan langsung, mengambil sampel air guna pengujian laboratorium, serta mempublikasikan hasil pemeriksaan tersebut secara transparan kepada publik agar kejelasan dan keadilan dapat terpenuhi.
Puublisher : (Edi Tanam/Najna Cakra

Social Footer