Ket Foto : Istimewa
Kubu Raya,Kalbar —Monitor86.com
Kondisi jembatan penghubung utama antara Desa Kubu dan Desa Teluk Nangka, Kecamatan Kubu, yang ambruk dan tidak bisa dilintasi lagi sejak Rabu (20/5/2026), mendapat sorotan keras dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Monitor Aparatur Untuk Negara (MAUNG) Kabupaten Kubu Raya. Organisasi yang dikenal kritis dan mengawal kepentingan rakyat ini menilai kejadian tersebut sangat merugikan masyarakat dan menjadi bukti lemahnya pemeliharaan serta perencanaan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.
Pernyataan resmi dan sikap organisasi disampaikan langsung oleh Bendahara DPC MAUNG Kubu Raya, Bapak Yanto, atas nama Ketua DPC Kabupaten. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mendesak pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi untuk tidak hanya memberikan janji, tetapi segera turun tangan dan bertindak nyata demi mengembalikan akses vital warga yang kini terputus total.
“Kami di DPC MAUNG Kubu Raya sangat memperhatikan kejadian ini. Jembatan ini bukan sekadar bangunan biasa, melainkan urat nadi transportasi dan perekonomian bagi puluhan ribu warga dari Desa Kubu, Teluk Nangka, Jangkang, Kampung Baru, hingga wilayah sekitarnya. Sekarang jembatan roboh, akses lumpuh, warga kesulitan berpergian, hasil bumi susah dipasarkan, dan aktivitas harian terganggu parah,” ungkap Yanto saat dimintai keterangan, Sabtu (23/5/2026).
Berdasarkan informasi di lapangan, jembatan tersebut ambruk sekitar pukul 05.00 WIB pagi hari akibat terhantam tumpukan sampah, kayu, dan tumbuhan liar yang terbawa arus sungai yang sedang tinggi dan deras. Struktur bangunan yang sudah berusia puluhan tahun dan kondisinya memang sudah diketahui mulai rapuh, akhirnya tidak kuat menahan tekanan tersebut hingga bagian tengah amblas dan kini tidak layak sama sekali dilewati kendaraan maupun pejalan kaki.
Pihak pemerintah kabupaten dan provinsi menyebutkan bahwa rencana pembangunan ulang sudah ada, namun dijadwalkan baru bisa dilaksanakan pada tahun 2027 mendatang dengan nilai anggaran mencapai Rp25 miliar. Informasi ini justru memicu kekecewaan dan kritik tajam dari DPC MAUNG Kubu Raya.
“Kami dengar rencananya baru dibangun tahun depan? Itu terlalu lama! Bagaimana nasib warga yang harus bertahan berbulan-bulan bahkan hampir satu tahun lebih dengan kesulitan ini? Ada jalur alternatif, tapi jauh dan sempit, tidak memadai untuk kebutuhan besar masyarakat. Ini yang kami kritik: kenapa perencanaan dan pemeliharaan tidak dilakukan jauh-jauh hari? Padahal kondisi jembatan ini sudah lama diketahui memprihatinkan,” tegas Yanto.
Menurutnya, sebagai organisasi pengawas, DPC MAUNG Kubu Raya menilai ada kelalaian dalam pemeliharaan berkala serta keterlambatan dalam menindaklanjuti rencana pembangunan yang sudah diketahui kebutuhannya sangat mendesak. Jembatan ini juga merupakan akses menuju situs sejarah dan tempat ziarah Makam Raja Kubu, sehingga nilai pentingnya sangat luas, bukan hanya untuk ekonomi saja.“Kami mewakili aspirasi masyarakat, meminta dua hal utama. Pertama, pemerintah segera melakukan penanganan darurat atau perbaikan sementara yang aman dan layak pakai, agar akses warga kembali terbuka meski terbatas. Kedua, percepat proses administrasi dan anggaran pembangunan permanennya, jangan menunggu tahun depan. Uang rakyat digunakan, maka kenyamanan dan keselamatan rakyat harus jadi prioritas utama,” tambahnya.
Yanto kembali menegaskan sikap resmi DPC MAUNG Kubu Raya: organisasi ini akan terus mengawal masalah ini sampai tuntas. Pihaknya siap memantau setiap langkah yang diambil pemerintah, memastikan tidak ada lagi penundaan yang merugikan, serta memastikan pembangunan jembatan baru nanti benar-benar kokoh, berkualitas, dan menjamin keselamatan jangka panjang.
“Prinsip kami di MAUNG adalah mengawal hak rakyat. Jembatan ini hak masyarakat Kubu Raya. Kami tidak akan diamkan saja jika masalah ini dibiarkan berlarut-larut. Kami siap turun ke lapangan, berkoordinasi dengan dinas terkait, dan jika perlu, menggelar aksi atau laporan jika janji-janji tidak ditepati. Pemerintah harus hadir dan bertindak sekarang juga,” pungkas Yanto menutup pernyataan atas nama seluruh jajaran DPC MAUNG Kubu Raya.
Publisher : TIM/RED
Penulis : TIM MAUNG


Social Footer