Ket Foto : Istimewa
Ketapang,Kalbar —Monitor86.com
Suasana penuh rasa syukur dan kebersamaan menyelimuti Kecamatan Sungai Laur seiring dengan dibukanya secara resmi perayaan adat Gawai Sungai Laur Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Acara tahunan yang menjadi ungkapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil panen serta menjaga kelestarian warisan budaya ini dibuka langsung oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati didampingi oleh jajaran pejabat daerah, tokoh agama, tokoh adat, serta berbagai elemen masyarakat. Kehadiran perwakilan Tentara Berani Borneo Rajakng (TBBR) yang turut mengawal kelancaran acara, serta pengurus Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Orang Melayu (DPC POM) Kecamatan Sungai Laur yang menampilkan pertunjukan seni dan budaya, semakin memperkaya kemeriahan sekaligus mempertegas harmoni lintas suku dan budaya di wilayah ini.
“Kehadiran TBBR, DPC POM, dan seluruh lapisan masyarakat dalam Gawai ini adalah bukti nyata bahwa Sungai Laur adalah rumah yang aman, damai, dan menjunjung tinggi toleransi. Inilah fondasi terkuat bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tegas Bupati Alexander Wilyo dalam sambutannya. Selasa (30/06/26).
✅ Komitmen Nyata: Anggaran Tahunan dan Rumah Adat Siap Diresmikan
Pemerintah Kabupaten Ketapang menyampaikan dua kabar gembira yang disambut antusiasme warga:
- Anggaran rutin setiap tahun: Untuk menjamin keberlangsungan tradisi, Pemerintah Daerah telah menetapkan alokasi anggaran khusus dalam APBD guna penyelenggaraan Gawai Sungai Laur setiap tahunnya. Langkah ini memastikan warisan budaya dapat terus dilestarikan tanpa terhambat kendala pendanaan.
- Rumah Adat Melayu memasuki tahap akhir: Pembangunan Rumah Adat Melayu Sungai Laur kini sudah dalam tahap penyelesaian akhir dan dijadwalkan segera diresmikan. Keberadaan bangunan ini nantinya akan menjadi pusat kegiatan adat, pelestarian budaya, serta tempat edukasi bagi generasi muda.
Menurut Bupati, dukungan ini tidak hanya bertujuan melestarikan kearifan lokal, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis budaya dan pariwisata, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat seiring dengan terjaganya identitas daerah.
Acara pembukaan ditutup dengan pelaksanaan prosesi adat secara khidmat dan sesi foto bersama seluruh unsur yang hadir, menandai dimulainya rangkaian perayaan Gawai Sungai Laur yang aman, tertib, dan penuh makna.
Publisher : Putra

Social Footer