Breaking News

Dihantui Kelangkaan Solar & Tarif DO Murah, PT Asia Official Grub Hentikan Sementara Operasional

                    Ket Foto : Ilustrasi (Ist)


Pontianak,Kalbar —Monitor86.com

Kabar mengejutkan datang dari dunia logistik Kalimantan Barat. PT Asia Official Grub secara resmi mengumumkan penghentian sementara seluruh aktivitas operasional perusahaan. Keputusan berat ini diambil manajemen karena tekanan ekonomi yang kian membebani, akibat ketidakstabilan pasokan bahan bakar dan ketidakadilan tarif jasa pengiriman yang dinilai tidak sebanding dengan biaya riil.

Direktur PT Asia Official Grub, Dedi Syahputra, menjelaskan langkah ini bukan tanpa alasan kuat. “Kami sudah berada di titik di mana setiap perjalanan justru menambah kerugian. Biaya operasional melonjak tajam, sementara pendapatan dari tarif pengiriman tak bergerak naik. Penghentian sementara ini terpaksa kami lakukan demi menyelamatkan perusahaan dari kerugian yang lebih besar,” ujarnya tegas. Rabu (24/06/26).

Ada tiga faktor utama yang memaksa manajemen mengambil keputusan ini:

🔹 Tarif DO Terlalu Rendah: Nilai jasa pengiriman atau Delivery Order yang berlaku di pasar saat ini dinilai sudah tidak layak dan tidak sanggup menutup biaya perjalanan satu armada.

🔹 Kelangkaan Solar Subsidi: Pengemudi kerap menghabiskan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari hanya untuk mengantre bahan bakar, sehingga produktivitas turun drastis dan biaya tambahan makin menumpuk.

🔹 Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi: Lonjakan harga di jalur lintas membuat biaya pengiriman membengkak, namun belum ada penyesuaian tarif yang adil dari pengguna jasa.

Pembekuan operasional ini dikhawatirkan memicu dampak berantai bagi kelancaran distribusi barang kebutuhan masyarakat di wilayah Pontianak dan sekitarnya. Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan perusahaan akan kembali beroperasi penuh.

Manajemen berharap pemerintah dan pemangku kepentingan segera turun tangan: baik untuk menjamin ketersediaan pasokan solar yang merata, maupun menetapkan aturan batas bawah tarif DO yang adil bagi pelaku usaha transportasi. “Kami menunggu kebijakan nyata. Selama kondisi belum membaik, kami belum bisa berani mengoperasikan armada kembali,” pungkas Dedi.


Publisher : Putra

Type and hit Enter to search

Close