Ket Foto : Istimewa
Sambas, Kalbar —Monitor86.com
Pemerintah Kabupaten Sambas terus berupaya memperluas jangkauan dan dukungan terhadap pelaksanaan Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Keberhasilan program ini dinilai sangat bergantung pada kekompakan dan kerja sama lintas sektor, guna menjamin setiap anak sekolah mendapatkan perlindungan kesehatan yang layak dan tepat sasaran.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganiar Eko Prabowo, M.M., menegaskan bahwa kegiatan imunisasi ini merupakan implementasi kebijakan nasional yang membutuhkan komitmen bersama antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
Kebijakan ini, lanjutnya, didasari pada kesepakatan bersama yang melibatkan Empat Kementerian sekaligus: Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kementerian Agama, serta Kementerian Dalam Negeri. Kesepakatan yang telah ditandatangani sejak tahun 2022 ini menjadi landasan kuat dalam upaya peningkatan kesehatan peserta didik, termasuk pelaksanaan imunisasi di lingkungan pendidikan.
"Empat kementerian telah sepakat dan menandatangani kebijakan ini, sehingga pelaksanaannya wajib dijalankan di seluruh sekolah. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan hal ini berjalan di Sambas," jelas dr. Ganiar.
Secara rinci, sasaran program ini di Kabupaten Sambas mencakup siswa kelas 1 hingga kelas 5 Sekolah Dasar dengan total peserta mencapai hampir 12.000 siswa. Dari jumlah tersebut, lebih dari 5.000 anak merupakan sasaran khusus untuk imunisasi pada jenjang kelas 5. Target cakupan yang ditetapkan sebesar 95 persen, mengacu pada standar nasional. Namun, realisasi tahun sebelumnya menunjukkan capaian yang belum optimal, sehingga peningkatan kinerja menjadi prioritas utama.
Menyikapi hal tersebut, Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H., turut menekankan urgensi sosialisasi dan pemahaman publik saat membuka Rapat Koordinasi Program BIAS di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Selasa (21/7/2026).
Menurut Bupati Satono, angka capaian administratif bukanlah satu-satunya tujuan, melainkan sejauh mana masyarakat memahami hakikat dan manfaat di balik program ini.
"Target itu penting, namun yang lebih penting adalah bagaimana pelaksanaannya di lapangan. Untuk itu, pemerintah harus hadir secara serius. Informasi yang jelas harus sampai ke masyarakat agar mereka paham bahwa imunisasi adalah perlindungan bagi anak-anak mereka," tegas Bupati Satono.
Ia menambahkan, transparansi informasi dan edukasi yang tepat akan meminimalisir keraguan, serta mengajak orang tua menjadi mitra aktif dalam menjaga kesehatan putra-putrinya.
Di penutup arahannya, Bupati mengajak seluruh elemen—mulai dari tenaga kesehatan, guru, kepala sekolah, hingga tokoh masyarakat—untuk memperkuat semangat gotong royong.
"Mari kita bergerak bersama, bangun sinergi, dan hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan terbaik. Imunisasi bukan sekadar tugas dinas, tapi tanggung jawab kita bersama demi masa depan generasi Sambas yang sehat dan kuat," pungkasnya.
Publisher : A@

Social Footer