Ket Foto : Istimewa
SAMBAS,, KALBAR —Monitor86.com
Wilayah perbatasan utara Indonesia kini memasuki tonggak sejarah baru. Pemerintah resmi mengaktifkan kembali pelayanan Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, yang terhubung langsung dengan Pos Kawalan Sempadan Teluk Melano, Sarawak, Malaysia. Peresmian lalu lintas resmi antarnegara ini disambut hangat oleh pejabat kedua negara, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang telah lama menantikan momen ini.
Bupati Sambas, H. Satono, menyampaikan bahwa keberadaan pos perbatasan ini bukan sekadar gerbang masuk keluar, melainkan cermin sekaligus wajah terdepan kemajuan bangsa. Ia mengucapkan apresiasi mendalam kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), serta jajaran TNI dan Polri yang telah bekerja keras merealisasikan pembangunan akses jalan hingga ke lokasi dan membuka kembali jalur strategis ini.
“Beranda negara harus tampil gagah, maju, dan menjadi kebanggaan. Terima kasih kepada semua pihak yang tak lelah berjuang agar Temajuk kini benar-benar terbuka dan melayani,” ujar Bupati Satono. Jumat (21/08/26).
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menilai reaktivasi PLB Temajuk mengubah total citra kawasan ini menjadi wajah utama Indonesia di perbatasan utara. Langkah ini dinilai sangat krusial untuk mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur, mempererat persaudaraan bangsa serumpun Indonesia–Malaysia, serta menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat lokal, perdagangan lintas batas, dan potensi pariwisata perbatasan.
Dari pihak Malaysia, Pengarah Kastam Sarawak, Datok H. Norizan Bin Haji Yahya, menyambut positif dan mendukung penuh beroperasinya jalur resmi ini. Ia menegaskan bahwa PLB Temajuk memberikan kepastian hukum bagi warga kedua negara, sekaligus meminimalisir pergerakan melalui jalur tidak resmi. Dengan demikian, arus orang dan barang dapat diawasi secara ketat, tertib, dan aman bagi kedua belah pihak.
Merespons harapan daerah, Sekretaris BNPP RI Komjen Pol. Makhruzi Rahman menyampaikan komitmen kuat pemerintah pusat untuk terus mengawal pengembangan kawasan ini. Pemerintah menargetkan status perlintasan Temajuk–Teluk Melano akan ditingkatkan secara bertahap dari PLB biasa menjadi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) terpadu pada tahun 2027 mendatang, lengkap dengan fasilitas penunjang yang lebih modern dan representatif.
Kehadiran gerbang baru ini diharapkan membawa dampak luas: mengurangi kesenjangan wilayah, memperkuat kedaulatan negara, serta membuka peluang kesejahteraan yang lebih besar bagi masyarakat Sambas dan Kalimantan Barat pada umumnya.
Publisher : A@


Social Footer