Ket Foto :: Ilustrasi (Ist)
PONTIANAK, KALBAR —Monitor86.com
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM Monitor Aparatur Untuk Negara dan Golongan (MAUNG) menyambut hangat serta memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kunjungan kerja langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Sabtu (22/8/2026). Langkah turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, dinilai sebagai bukti nyata kepedulian mendalam pimpinan tertinggi negara terhadap nasib lingkungan dan penderitaan masyarakat di wilayah Kalimantan yang selama ini kerap dilanda bencana asap.
Kunjungan ini dilakukan tak lama setelah Presiden memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla yang dihadiri sejumlah kementerian terkait, pimpinan TNI dan Polri, serta perwakilan pemerintah daerah setempat. Di lokasi kejadian, Presiden terlihat berjalan sigap di tengah kawasan yang masih menyisakan sisa asap dan panas tanah, memantau langsung titik api yang baru saja berhasil dipadamkan, serta menyapa dan berdialog secara akrab dengan petugas gabungan TNI-Polri, tim SAR, dan relawan yang telah berhari-hari berjuang menekan laju kebakaran demi melindungi warga.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Menurut arahan Presiden, penanganan karhutla harus berjalan cepat, terpadu, dan berorientasi pada kebutuhan riil di lapangan. Beliau juga meminta pemerintah daerah bersikap tegas menegakkan aturan hukum, memperkuat langkah pencegahan sejak dini, serta tidak membiarkan bencana yang sama terulang terus-menerus setiap tahunnya.
Sementara itu, Ketua Umum sekaligus Pendiri DPP MAUNG, Hadysa Prana, menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus harapan mendalam atas kehadiran Presiden di bumi Khatulistiwa:
“Selamat datang Bapak Presiden Prabowo Subianto di Kalimantan Barat. Kehadiran Bapak secara langsung, berjalan di tengah asap dan panasnya lokasi kebakaran, adalah bukti nyata bahwa nasib rakyat dan kelestarian alam Kalimantan benar-benar ada di hati Bapak. Langkah ini patut diapresiasi, karena jauh lebih bermakna dibandingkan sekadar pertemuan seremonial di ruangan tertutup,” ujar Hadysa Prana. Sabtu (22/08/26).
“Kami sangat berharap kunjungan ini tidak hanya berhenti pada peninjauan dan sapaan semata, melainkan menjadi titik awal lahirnya solusi yang tepat sasaran, menyeluruh, dan berkelanjutan untuk dua masalah besar yang saling berkaitan dan terus menggerogoti bumi Kalimantan: kebakaran hutan dan lahan, serta aktivitas pertambangan emas ilegal (PETI). Keduanya sama-sama merusak ekosistem gambut dan hutan yang dapat memicu ketrugian keuangan negara hingga triliunan rupiah, meresahkan masyarakat, serta merampas hak masa depan generasi mendatang,” tambahnya.
Selain itu, kami tidak ingin lagi melihat masalah ini berulang tahun demi tahun tanpa penyelesaian tuntas. Diperlukan langkah tegas: penegakan hukum tanpa pandang bulu terhadap pihak yang terbukti melanggar, audit menyeluruh atas kawasan konsesi, serta komitmen nyata memulihkan lahan rusak dan menjaga kelestarian ekosistem gambut. "Alam Kalimantan adalah paru-paru dunia yang harus diselamatkan, bukan hanya untuk kebutuhan hari ini, tapi sebagai amanah bagi anak cucu kita kelak. Seluruh jajaran MAUNG siap berdiri bersama pemerintah untuk mengawal, mendukung, sekaligus mengawasi setiap langkah konkret yang diambil,” tegas Ketum
“Semoga kunjungan ini menjadi awal perubahan yang sesungguhnya: Kalimantan yang asri, udara bersih, bebas dari jeratan api dan kerusakan lingkungan, serta lestari untuk selamanya,” pungkasnya dengan nada penuh harap.
DPP MAUNG menegaskan bahwa kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan, serta merupakan amanah konstitusional yang wajib dijalankan oleh seluruh elemen bangsa. Kunjungan Presiden Prabowo ke lokasi karhutla diharapkan mampu membangkitkan kembali komitmen bersama dari pemerintah pusat hingga daerah, pelaku usaha, dan seluruh masyarakat untuk bersatu menuntaskan bencana karhutla dan menindak tegas kerusakan lingkungan, sehingga Kalimantan tetap menjadi wilayah yang subur, aman, dan sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia.
Publisher : TIM/RED
Penulis : TIM MAUNG
Ket Foto :: Ilustrasi (Ist)


Social Footer