Ket Foto : Istimewa
PURWAKARTA — Monitor86.com
Suasana santai dan hangat menyelimuti Saung Kayu di Jalan Sukarata Bawah, Kelurahan Cipaisan, Kabupaten Purwakarta Jawa Barat, pada Senin, 31 Agustus 2026. Kejaksaan Negeri Purwakarta menggelar silaturahmi bersama masyarakat dan insan pers dalam acara bertajuk "Ngopi Bareng Kajari" — sebuah forum yang dikemas sederhana namun menyampaikan pesan tegas: hukum bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk melindungi rakyat.
Duduk lesehan, menyeruput kopi, dan berdiskusi secara terbuka, acara ini sengaja digelar untuk mendekatkan lembaga penegak hukum dengan masyarakat. Di balik suasana yang santai, pesan yang disampaikan Kajari Purwakarta sangat berbobot dan berorientasi pada pelayanan publik.
"Ngopi bareng ini adalah bukti bahwa hukum tidak menakutkan. Hukum hadir untuk melindungi rakyat. Kami hadir bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk memastikan setiap program pemerintah berjalan tepat sasaran dan setiap warga merasa aman dalam berusaha," tegas Kajari Purwakarta dalam sambutannya.
Kawal Dana Negara, Tindak Tegas Penyelewengan KUR
Salah satu fokus utama yang ditegaskan adalah pengawalan ketat terhadap penggunaan dana negara, khususnya program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diperuntukkan bagi pelaku UMKM. Kajari Purwakarta mengungkapkan pihaknya telah menahan satu orang tersangka terkait dugaan penyelewengan dana KUR senilai Rp3,4 miliar — dana yang seharusnya disalurkan kepada lebih dari 170 pelaku UMKM.
"Kami sudah menahan satu orang terkait kasus dugaan penyelewengan dana KUR Rp3,4 miliar. Ini menjadi pelajaran penting. Dana itu seharusnya menjadi harapan bagi lebih dari 170 pelaku UMKM. Jangan sampai niat baik pemerintah untuk memberdayakan rakyat justru dikotori oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.
Forum Terbuka: Dengarkan Keluh Kesah, Berikan Solusi
Diskusi berlangsung dua arah yang hangat dan terbuka. Para peserta dan awak media tidak sungkan menyampaikan berbagai kendala yang dirasakan masyarakat, mulai dari kesulitan akses permodalan, perizinan usaha yang berbelit-belit, hingga keresahan terhadap praktik mafia tanah dan pungutan liar (pungli).
Salah satu insan pers yang hadir mengaku merasa lega dan dihargai dapat berbicara langsung dengan Kajari. "Selama ini kami hanya mengenal Kejaksaan dari berita Operasi Tangkap Tangan. Ternyata kita bisa duduk bersama, ngopi bareng, curhat, dan sekaligus mendapatkan solusi. Inilah yang sebenarnya kami butuhkan," ungkapnya.
Menanggapi berbagai masukan dan keluhan, Kajari Purwakarta membuka layanan konsultasi hukum secara langsung bagi masyarakat. "Kalau ada yang merasa dirugikan, silakan datang dan laporkan. Jangan takut. Pintu Kejaksaan Negeri Purwakarta selalu terbuka untuk rakyat," tambahnya.
Sinergi Membangun Purwakarta yang Maju dan Bersih
Acara ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah. Kajari berharap kegiatan "Ngopi Bareng Kajari" tidak hanya menjadi acara seremonial satu kali, melainkan menjadi agenda rutin yang terus berlanjut.
"Kami sangat membutuhkan mata dan telinga masyarakat, insan pers, dan awak media. Dengan sinergi yang kuat antara penegak hukum, pemerintah, dan rakyat, Insya Allah Kabupaten Purwakarta dapat menjadi wilayah yang lebih maju, bersih dari penyelewengan, dan UMKM-nya dapat naik kelas," tutup Kajari.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa penegakan hukum dapat disampaikan dan dikomunikasikan dengan pendekatan yang humanis, dekat, dan bersahabat. Kopi boleh panas, namun tujuannya satu: menegakkan hukum demi melindungi rakyat.
Publisher : Edi Tanam (Beloy)


Social Footer