Ket Foto : Ilustrasi (Ist)
PURWAKARTA, JABAR —Monitor86.com
Kejaksaan Negeri Purwakarta telah menetapkan dan menahan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyalahgunaan fasilitas kredit pada salah satu bank BUMN di Kabupaten Purwakarta, yang menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp3.438.339.309. Tiga tersangka — AS (oknum pejabat kredit/marketing bank), DS, dan TH (perantara) — ditahan selama 20 hari terhitung 26 Agustus 2026. Penyidik juga masih memburu satu orang lainnya dan tidak menutup kemungkinan penambahan tersangka.
Menanggapi perkembangan tersebut, Ketua DPD Rangkulan Jajaran Wartawan dan Lembaga Indonesia (RAJAWALI) Purwakarta, Nana Cakrana, menyampaikan apresiasi sekaligus sorotan kritis. Ia mendesak penegak hukum tidak berhenti pada tiga tersangka, dan sekaligus mendesak penyelesaian kasus hibah mobil mewah yang menyeret nama Mantan Bupati Purwakarta.
Penegakan Hukum Harus Menjangkau Seluruh Keterkaitan
Nana Cakrana menilai penetapan tiga tersangka merupakan langkah awal yang patut diapresiasi, namun tidak cukup untuk menegakkan keadilan secara utuh.
"Kami mengapresiasi langkah Kejari Purwakarta. Namun kasus penyalahgunaan kredit sebesar Rp3,4 miliar tidak mungkin terjadi hanya oleh tiga orang. Ada proses bertingkat, ada verifikasi, ada persetujuan, dan ada pengawasan yang seharusnya berjalan. Jika hanya pelaksana di lapangan yang diproses sementara pihak yang berwenang menyetujui dan mengawasi luput dari pemeriksaan, maka keadilan belum terwujud. Kami mendesak Kejari Purwakarta mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat — dari permohonan, verifikasi, hingga pencairan dana. Jangan ada satu pun yang terlewat."
Ia juga menegaskan pentingnya pemulihan kerugian negara secara penuh. "Hampir Rp3,5 miliar itu adalah uang rakyat. Pengembalian kerugian bukan sekadar tambahan, melainkan bagian tak terpisahkan dari penegakan hukum. Wajib dikembalikan seutuhnya, tanpa pengecualian." Ungkapnya Sabtu (29/08/26).
Kasus Hibah Mobil Mewah Mantan Bupati Juga Harus Dituntaskan
Selain kasus korupsi kredit, Nana Cakrana kembali menyoroti kasus hibah mobil mewah yang menyeret nama Mantan Bupati Purwakarta yang hingga kini belum memiliki kejelasan penyelesaian.
"Kami juga mengingatkan Kejari Purwakarta agar segera menuntaskan kasus hibah mobil mewah yang menyeret nama Mantan Bupati Purwakarta. Kasus ini sudah lama menjadi sorotan publik, namun belum ada kejelasan yang memuaskan. Rakyat berhak mengetahui kebenaran. Keadilan harus ditegakkan tanpa pandang jabatan, tanpa pandang status mantan pejabat. Tidak boleh ada perlakuan istimewa bagi siapa pun." Tegas Ketua Rajawali Purwakarta.
Transparansi dan Kesetaraan di Atas Hukum
Nana menegaskan bahwa RAJAWALI Purwakarta akan terus mengawal kedua kasus tersebut hingga tuntas dan transparan.
"Keadilan itu harus sama — untuk pegawai bank, perantara, maupun mantan pemimpin daerah. Tidak boleh ada yang dianggap terlalu tinggi untuk dijangkau hukum. Seluruh proses penanganan harus dipublikasikan secara terbuka agar masyarakat dapat memantau dan memastikan tidak ada yang ditutupi. RAJAWALI Purwakarta tidak akan diam jika ada upaya memperlambat, menutup-nutupi, atau membiarkan pihak tertentu bebas dari tanggung jawab hukum."
Korupsi di sektor perbankan maupun pemerintahan adalah musuh bersama yang harus diberantas hingga ke akar-akarnya. RAJAWALI Purwakarta berkomitmen mengawal setiap proses hukum, karena keadilan tidak boleh berhenti di tengah jalan — harus tuntas, harus transparan, dan harus sama untuk semua orang.
Publisher : TIM/RED
Penulis : TIM RAJAWALI
Ket Foto : Ilustrasi (Ist).


Social Footer