Ket Foto : Istimewa
Tasikmalaya, Jabar — Monitor86.com
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Ketua DPC LSM MAUNG Kota Tasikmalaya, Oki Daria Mustari, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak memaknai kemerdekaan sekadar seremonial: upacara, lomba, atau pemasangan bendera semata. Lebih dari itu, momen ini harus menjadi panggilan jiwa untuk menghidupkan kembali semangat pengorbanan dan nilai luhur para pendahulu bangsa.
Menurut Oki, 17 Agustus adalah hari suci yang lahir dari perjuangan panjang. Kemerdekaan bukanlah hadiah pemberian penjajah, melainkan hasil tetesan keringat, air mata, hingga nyawa para pejuang yang rela berkorban demi satu tujuan: Indonesia merdeka.
Sejarah mencatat, tepat pukul 10.00 pagi tanggal 17 Agustus 1945, Proklamasi Kemerdekaan dibacakan di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta. Peristiwa itu menjadi gerbang baru bagi bangsa ini untuk menentukan nasib sendiri, bebas dari belenggu penindasan asing.
«“Kita tidak boleh hanya menikmati kemerdekaan ini, lalu melupakan siapa yang telah berjuang, siapa yang telah mengorbankan hidupnya demi kita bisa berdiri tegak di tanah air tercinta ini.”»
Oki menegaskan, bentuk patriotisme di era modern tidak harus mengangkat senjata ke medan tempur. Musuh bangsa kini telah berubah wujud: korupsi, ketidakadilan, perpecahan, kemiskinan, kebodohan, dan penyalahgunaan kekuasaan. Maka perjuangan hari ini diwujudkan lewat kejujuran, keberanian menyuarakan kebenaran, kepatuhan pada hukum, serta kerja nyata bagi kemajuan bersama.
“Dahulu pahlawan mempertaruhkan darah dan nyawa mengusir penjajah. Kini tugas kita adalah menjaga kemerdekaan ini agar tidak dikhianati oleh oknum sendiri, tidak dicemari ketidakadilan, dan tidak tercabut hak-hak rakyatnya,” tegasnya. Kamis (12/08/26).
DPC LSM MAUNG Kota Tasikmalaya juga mengajak generasi muda untuk menjadi garda terdepan penerus bangsa: kritis namun santun, berani namun bertanggung jawab, serta mandiri dan berintegritas. Perbedaan suku, agama, dan latar belakang haruslah menjadi kekuatan, bukan alasan untuk saling menjatuhkan.
PATRIOTISME KINI ADALAH PENGABDIAN YANG NYATA
Lebih lanjut Oki menjelaskan, ukuran cinta tanah air di masa kini sangat sederhana: seberapa besar manfaat yang kita berikan bagi sesama dan bangsa:
✅ Guru yang mendidik dengan tulus adalah patriot sejati.
✅ Petani yang menjaga ketahanan pangan adalah pahlawan masa kini.
✅ Tenaga kesehatan yang melayani tanpa pamrih adalah pembela kemanusiaan.
✅ Pelaku usaha yang membuka lapangan kerja adalah pendorong kemajuan.
✅ Aparat yang menegakkan hukum tanpa pandang bulu adalah pelindung keadilan.
✅ Dan setiap warga negara yang jujur serta peduli lingkungan turut menjaga keutuhan negeri.
“Mari kita hormati pahlawan bukan hanya dengan menabur bunga di makam, tapi dengan meneruskan nilai perjuangan mereka di setiap langkah hidup kita,” ujarnya.
Di usia ke-81 tahun kemerdekaan, Oki mengajak warga Tasikmalaya dan seluruh rakyat Indonesia untuk merenung dan berkomitmen ulang:
Dulu mereka berjuang dengan darah dan nyawa.
Hari ini kita berjuang dengan integritas dan kejujuran.
Dulu mereka mempertahankan tanah air dengan senjata.
Hari ini kita pertahankan Indonesia dengan persatuan dan pengabdian.
MERDEKA! 🇮🇩
Publisher : TIM/RED
Penulis : TIM MAUNG TASIK MALAYA
Ket Foto : Istimewa


Social Footer