Ket Foto : Istimewa
SAMBAS, KALBAR — Monitor86. com
Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H., turun langsung ke lapangan guna memantau pendistribusian air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau panjang, tepatnya di Desa Sekura dan Desa Tri Mandayan, pada Rabu (9/9/2026). Kehadirannya bukan sekadar memantau, melainkan ikut terlibat langsung — bahkan beliau terlihat memegang dan mengangkat selang saat air bersih dialirkan dari truk tangki menuju tempat penampungan milik warga.
Kegiatan penyaluran bantuan air bersih ini dilaksanakan berbarengan dengan kunjungan beliau meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berpotensi meluas.
"Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban dan membantu warga yang sedang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, setidaknya untuk sementara waktu," ujar Bupati Satono di lokasi.
Lebih lanjut, Satono menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten Sambas terhadap pemenuhan kebutuhan mendasar masyarakat, terutama saat wilayah sedang dilanda krisis akibat musim kering yang berkepanjangan.
"Di tengah situasi sulit akibat kemarau dan ancaman kebakaran, kebutuhan air bersih adalah prioritas utama yang harus kami penuhi. Ini bukti bahwa pemerintah hadir dan peduli pada rakyatnya," tambahnya.
Selain menyalurkan bantuan, Bupati Satono juga menegaskan bahwa upaya pengendalian dan penanganan karhutla terus digencarkan secara cepat, tepat, dan responsif. Berkat kerja keras dan koordinasi erat lintas instansi yang terus diperkuat, kini Kabupaten Sambas tercatat sebagai salah satu daerah di Kalimantan Barat dengan jumlah titik panas (hotspot) yang relatif paling sedikit.
Satono memastikan, pemerintah daerah akan terus mendorong kelincahan dan kecepatan penanganan di lapangan, serta memperkuat kerja sama dengan seluruh unsur terkait — mulai dari aparat, petugas, hingga masyarakat — agar kebakaran tidak meluas dan kerugian dapat diminimalkan.
Publisher : A@


Social Footer