Ket Foto : Istimewa
PURWAKARTA — Monitor86.com
Suasana malam di Kabupaten Purwakarta kian hidup dan berwarna, berkat kehadiran beragam usaha kuliner yang dikelola pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu yang kini tengah menjadi perbincangan dan diburu warga adalah usaha dagang dimsum yang beroperasi dengan konsep unik, berjualan langsung dari bagasi kendaraan di sepanjang Jalan KK Singawinata. Harga yang terjangkau mulai Rp15.000 saja, membuatnya menjadi jajanan favorit warga dari berbagai kalangan.
Berdasarkan pantauan langsung pada Minggu, 6 September 2026 sekitar pukul 18.58 WIB, sebuah spanduk bertuliskan “DIM-SUMS” dengan desain khas berwarna hitam-putih lengkap dengan gambar kucing, sudah terpampang jelas di pinggir jalan, tepat di depan Bank BRI Pasar Rebo. Di balik spanduk tersebut, bagasi mobil jenis SUV terbuka, berisi aneka dagangan yang masih dikukus hangat, menarik perhatian siapa saja yang melintas.
Dua Varian Andalan, Harga Bersahabat
Usaha ini menawarkan dua jenis varian dimsum yang disukai banyak orang, dengan harga yang sangat terjangkau:
- DIM-SUMS Original: 4 potong seharga Rp15.000, dan 6 potong cukup membayar Rp25.000
- DIM-SUMS Mentai: 3 potong dibanderol Rp15.000, dan 5 potong seharga Rp25.000
Dengan rentang harga ini, jajanan lezat ini mudah dijangkau pelajar, pekerja, hingga keluarga yang ingin berburu camilan hangat saat beristirahat atau pulang beraktivitas. Konsep berjualan dari bagasi mobil pun menjadi daya tarik tersendiri — terkesan kekinian, unik, dan praktis.
"Ini bukti nyata betapa kreatifnya pelaku UMKM di Purwakarta. Tidak perlu sewa ruko yang mahal, cukup berbekal kemauan, modal sederhana berupa kendaraan, rasa yang enak, dan pelayanan yang ramah, usaha sudah bisa berjalan dan disukai banyak orang," ungkap salah satu pembeli yang sedang menunggu pesanannya disiapkan. Minggu (06/09/26).
Tren Kuliner "Mobilan" Makin Diminati
Fenomena usaha kuliner yang beroperasi dengan konsep berkeliling atau menetap sementara dari bagasi kendaraan, kini kian menjamur dan diminati di berbagai daerah. Selain menghemat biaya operasional, para pedagang juga lebih leluasa memilih lokasi yang strategis dan ramai pengunjung. Biasanya mereka mulai berdagang sejak sore hari hingga larut malam, memilih titik keramaian seperti alun-alun, jalan utama, atau dekat pusat pemukiman warga.
Dimsum sendiri memang tetap menjadi salah satu pilihan makanan favorit masyarakat. Teksturnya lembut, bisa disajikan hangat atau digoreng hingga renyah, dan semakin nikmat disantap bersama saus sambal maupun mayones. Dengan porsi mulai Rp15.000, warga sudah bisa menikmati camilan berkualitas dan mengenyangkan.
Kreativitas Penggerak Ekonomi, Tetap Jaga Ketertiban dan Kebersihan
Kehadiran usaha seperti ini sangat diharapkan terus tumbuh dan mendapat dukungan luas, karena selain menggerakkan roda perekonomian masyarakat, juga membuka peluang kerja baru serta menghidupkan suasana kota di malam hari.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta pun beberapa kali mengingatkan seluruh pelaku usaha kuliner agar tetap mematuhi aturan: menjaga kebersihan lingkungan sekitar, menata dagangan dengan tertib, serta tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas maupun kenyamanan warga sekitar.
"Dengan semangat sederhana namun berdaya saing seperti 'Dimsum 15 Ribuan', para pelaku usaha kecil membuktikan: memulai bisnis tidak harus menunggu modal besar. Kunci utamanya adalah kemauan yang kuat, kualitas rasa yang terjaga, serta pelayanan yang baik," ujar Nana, pengamat perkembangan ekonomi masyarakat.
Bagi warga Purwakarta yang ingin mencoba, cukup mampir ke lokasi saat spanduk DIM-SUMS sudah terpasang di depan Bank BRI Pasar Rebo. Datanglah selagi masih hangat, selagi persediaan masih ada! 😋
Publisher : EDI BELOY


Social Footer