Breaking News

Joni Heriyanto Turun Langsung: Tumpukan Bata Viral Adalah Sisa Bongkaran Lama — Pembangunan Tetap Sesuai Spesifikasi!

Doc : Tim Liputan


PURWAKARTA, JABAR — Monitor86. com

Merespons pemberitaan yang beredar terkait dugaan penggunaan bata merah bekas dalam proyek revitalisasi SDN 2 Tanjungsari, Kecamatan Pondoksalam, Penjabat Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Joni Heriyanto, segera turun ke lokasi didampingi tim dinas dan awak media. Langkah cepat ini diambil untuk memverifikasi kebenaran informasi yang sempat viral di masyarakat dan media sosial.

Kedatangan rombongan langsung disambut oleh Kepala SDN 2 Tanjungsari yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), beserta pelaksana pekerjaan di lapangan. Tanpa menunda, pemeriksaan dilakukan secara terbuka dan disaksikan langsung oleh para wartawan.

Untuk memastikan kondisi material yang sebenarnya, dilakukan pembongkaran sebagian pada dinding yang sudah diplester. Hasilnya sangat jelas: bata yang terpasang di dalam struktur bangunan adalah bata merah baru dengan kualitas baik — berwarna merah merata, ukuran seragam, dan tidak ditemukan sisa adukan semen lama yang menjadi ciri khas bata bekas bongkaran.


Sementara itu, tumpukan bata yang terlihat dalam foto yang sempat viral dikonfirmasi sebagai bata sisa hasil pembongkaran bangunan lama sekolah. Tumpukan tersebut belum sempat dipindahkan sehingga terlihat mencolok dan memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

"Kami tidak ingin ada keraguan atau informasi yang simpang siur. Itulah mengapa kami langsung turun ke lokasi bersama rekan-rekan media. Hasil pengecekan sangat jelas: yang terpasang di dinding adalah bata baru. Tumpukan yang terlihat di foto itu adalah bata sisa bongkaran bangunan lama yang belum sempat dibersihkan," ujar Joni Heriyanto di lokasi kejadian. Jumat (02/10/26).

Ia menegaskan bahwa pihaknya senantiasa melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh proyek revitalisasi sekolah di Kabupaten Purwakarta agar kualitas pembangunan tetap terjaga dan sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku dari Kementerian.

"Kualitas bangunan sekolah untuk anak-anak adalah prioritas utama kami. Pengawasan akan terus kami perketat di setiap tahap pengerjaan. Jika ada hal yang kurang tepat, kami akan perbaiki di tempat. Transparansi adalah kunci kepercayaan masyarakat," tambahnya.

Dengan pemeriksaan langsung yang disaksikan oleh awak media, maka isu dugaan penggunaan bata bekas di SDN 2 Tanjungsari dinyatakan tidak terbukti. Pembangunan berjalan sesuai spesifikasi dan menggunakan material baru. Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan berharap klarifikasi ini memberikan informasi yang berimbang sehingga masyarakat tidak lagi merasa cemas terkait kualitas fasilitas pendidikan anak-anak mereka.

Peliput: Edi Tanam (Beloy)

Type and hit Enter to search

Close