Breaking News

Milangkala Ke—25 Kota Tasikmalaya! MAUNG Dorong Pembangunan yang Semakin Merata & Berkeadilan!

                        Ket Foto : Ilustrasi (Ist)

TASIKMALAYA, JABAR — Monitor86.com

Peringatan Milangkala atau Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya harus menjadi momentum refleksi bersama untuk memperkuat pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, bukan semata-mata kemeriahan seremonial.

Ketua DPC LSM MAUNG Kota Tasikmalaya, Oki D. Mustari, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya, para pendiri kota, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku usaha, komunitas, serta seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi dalam perjalanan pembangunan Kota Tasikmalaya sejak berdiri pada 17 Oktober 2001.

“Selamat Milangkala ke-25 Kota Tasikmalaya. Usia seperempat abad merupakan momentum yang tepat untuk bersyukur atas capaian pembangunan sekaligus mengevaluasi berbagai persoalan yang masih dirasakan masyarakat. Kita berharap semangat Langkah Santun, Jiwa Tangguh tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan dalam kebijakan yang adil, pelayanan yang berkualitas, dan kesejahteraan yang semakin merata,” ujar Oki. Rabu (21/10/26)

Capaian pembangunan harus dirasakan masyarakat

Berdasarkan informasi resmi Pemerintah Kota Tasikmalaya, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan perkembangan positif. Tingkat kemiskinan pada 2026 tercatat sebesar 9,34 persen, turun dari 10,84 persen pada 2025. Pertumbuhan ekonomi pada 2025 mencapai 5,39 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 6,43 persen dari 6,49 persen pada 2024. Indeks Pembangunan Manusia juga meningkat menjadi 76,59 pada 2025.

LSM MAUNG memandang capaian tersebut patut diapresiasi. Namun, angka statistik perlu terus diuji melalui kondisi riil di lapangan, termasuk kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, memperoleh pekerjaan yang layak, mengakses pendidikan dan layanan kesehatan, serta mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Pertumbuhan ekonomi akan lebih bermakna apabila manfaatnya dirasakan oleh pedagang kecil, pekerja informal, pelaku UMKM, keluarga prasejahtera, dan generasi muda yang sedang mencari pekerjaan. Keberhasilan pembangunan bukan hanya terlihat dari penghargaan atau angka pertumbuhan, tetapi juga dari semakin terbukanya kesempatan hidup yang layak bagi masyarakat,” tegasnya.

Makna santun dan tangguh dalam tata kelola pemerintahan

Menurut Oki, tema “Langkah Santun, Jiwa Tangguh” mengandung pesan moral sekaligus tanggung jawab pemerintahan.

Langkah santun berarti pemerintah harus hadir dengan pelayanan yang ramah, transparan, responsif, menghormati nilai agama dan budaya lokal, serta terbuka terhadap kritik masyarakat.

Sementara itu, jiwa tangguh berarti pemerintah berani menghadapi persoalan mendasar, mengambil keputusan berdasarkan data, mengelola anggaran secara bertanggung jawab, dan memastikan program pembangunan memiliki hasil yang terukur.

“Kesantunan tidak boleh dimaknai sebagai sikap menghindari kritik. Sebaliknya, kritik yang disampaikan secara beretika harus menjadi bahan evaluasi. Ketangguhan juga bukan sekadar kemampuan menyelenggarakan kegiatan besar, melainkan keberanian menyelesaikan persoalan kemiskinan, pengangguran, kualitas pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pelayanan publik,” ungkapnya.

Lima agenda prioritas yang perlu diperkuat

Dalam momentum Milangkala ke-25 ini, LSM MAUNG mendorong Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama DPRD dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat lima agenda prioritas:

1. Penanggulangan kemiskinan yang terukur. Memastikan bantuan sosial tepat sasaran, memperkuat pemberdayaan ekonomi keluarga, dan mengevaluasi efektivitas program pengentasan kemiskinan.
2. Perluasan lapangan kerja. Memperkuat pelatihan keterampilan, mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha, serta mendorong investasi yang memberikan kesempatan kerja bagi warga lokal.
3. Penguatan UMKM dan ekonomi rakyat. Mempermudah akses perizinan, memperluas pemasaran digital, meningkatkan kualitas produk lokal, serta membuka akses pembiayaan yang bertanggung jawab.
4. Peningkatan kualitas pelayanan dasar. Memastikan layanan kesehatan, pendidikan, administrasi kependudukan, infrastruktur lingkungan, dan kebutuhan dasar lainnya semakin mudah dijangkau masyarakat.
5. Transparansi anggaran dan partisipasi publik. Mendorong keterbukaan informasi, pengawasan program, evaluasi hasil pembangunan, serta pelibatan masyarakat dalam proses perencanaan dan pengambilan kebijakan.

Menurut LSM MAUNG, kelima agenda tersebut perlu diterjemahkan ke dalam target yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, dan evaluasi berkala agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana program pemerintah memberikan manfaat nyata.

Dasar hukum dan tanggung jawab bersama

Oki menegaskan bahwa dorongan tersebut sejalan dengan semangat konstitusi dan peraturan perundang-undangan, antara lain:

- Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Tasikmalaya sebagai landasan historis dan hukum pembentukan daerah.
- Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah beserta perubahannya, yang mengatur penyelenggaraan pemerintahan daerah dan urusan pelayanan publik.
- Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, yang menjadi landasan peningkatan kualitas pelayanan dan pemenuhan hak masyarakat.
- Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang mendukung transparansi dan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan.

LSM MAUNG menegaskan bahwa pengawasan masyarakat merupakan bagian dari upaya menjaga pemerintahan tetap akuntabel. Setiap kritik harus didasarkan pada data, disampaikan secara proporsional, serta mengedepankan verifikasi dan klarifikasi agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.

“LSM bukan bermaksud menghakimi. Kami ingin menjadi bagian dari kontrol sosial yang konstruktif, menyampaikan aspirasi masyarakat, memberikan masukan, dan ikut mengawal pembangunan agar berjalan sesuai aturan serta kepentingan publik,” kata Oki.

Milangkala bukan sekadar perayaan, tetapi janji untuk masa depan

Menutup pernyataannya, Oki mengajak masyarakat menjaga persatuan, budaya Sunda, nilai religius, dan semangat gotong royong sebagai identitas Kota Tasikmalaya.

Menurutnya, keberhasilan membangun kota tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, DPRD, ulama, akademisi, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, pemuda, media, dan masyarakat luas.

“Seperempat abad Kota Tasikmalaya harus menjadi pijakan untuk melangkah lebih baik. Mari kita maknai Langkah Santun, Jiwa Tangguh dengan menjaga kesantunan dalam bersikap, keteguhan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, serta keberanian melakukan evaluasi secara objektif. Harapan kami sederhana: Tasikmalaya semakin maju, religius, adil, nyaman, dan sejahtera bagi seluruh warganya,” pungkasnya.

Publisher : TIM/RED
Penulis : TIM MAUNG Kota Tasik Malaya
Ket Foto : Ilustrasi (Ist)

Type and hit Enter to search

Close